RSS

Arsip Kategori: AEROBIC

PENGERTIAN SENAM AEROBIC

Menurut Marta Dinata (2007) senam aerobic adalah serangkaian gerak yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kuntinuitas dan durasi tertentu.

Senam aerobic adalah suatu susunan gabungan antara rangkaian GERAK dan MUSIK yang sengaja dibuat sehingga muncul keselarasan antara gerakan dan musik tersebut untuk mencapai tujuan tertentu. ( TUBUH SEHAT dan BUGAR )

Pengrtian Aerobic

Aerobic berasal dari kata aero yang berarti oksigen. Jadi aerobic sangatlah erat dengan penggunaan oksigen. Dalam hal ini berarti latihan aerobic adalah latihan yang menggunakan sistem kerja dengan menggunakan oksigen sebagai kerja utama.

OLAHRAGA AEROBIC :

Olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan DENYUT JANTUNG

Olahraga yang berlangsung secara TERUS MENERUS lebih dari empat menit dengan tingkatan rendah termasuk golongan aerobic. Jadi olahraga yang bersifat aerobic bukan hanya senam aerobic, tetapi masih banyak jenis olahraga lainnya, misalnya bersepeda, berenang, jalan cepat, lari lintas alam, lari maraton.

Sejarah Senam Aerobic

Dr. Kenneth Cooper memperkenalkan kebugaran aerobic pada dunia pada tahun 1960-an. Pada tahun 1970-an tarian aerobic menjadi berubah sejak tarian yang populer. Pada saat itu, sekelompok orang mempelajari tarian dalam jangka waktu sekitar enam sampai delapan minggu. Tarian – tarian ini diadakan di gereja , pusat  rekreasi, klub kebugaran dan juga sekolah . Pada era ini, aerobic telah jauh berkembang pesat dan berbeda. Sekarang aerobic bisa dilakukan secara individu dengan menirukan gerakan senam yang terdapat dalam Video Senam Aerobic.

Aerobic yang dilakukan pada saat ini tidak seperti tarian. Pada saat ini, aerobic mempunyai gerakan yang tersusun, tapi penampilannya tidak terpaku pada musik. Sebagai tambahan pula, konsep aerobik ini telah meluas dengan adanya berbagai macam jenis latihan seperti halnya latihan dengan kursi, low impact, high / low impact, step dan juga slide aerobic. Orang – orang telah mengetahui bahwa aerobik menolong mereka berpenampilan lebih baik dan merasa lebih baik dengan mendapatkan kesenangan dan kesehatan.

Sumber : http://senamaerobic.wordpress.com/

Artikel Terkait

Apa manfaat olahraga Anaerobic ?

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in AEROBIC

 

Tag:

AEROBIC UNTUK PRIA DAN WANITA

Pada awalnya, senam aerobik ini memang mengandung gerakan-gerakan yang sangat santai dan memang diciptakan khusus untuk wanita untuk menjaga kesehatan. Tetapi, senam aerobik ini juga bisa dilakukan oleh semua orang untuk semua usia, entah itu pada wanita dan pria. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pria untuk menjaga kesehatan serta membentuk tubuh yang seimbang, maka saat ini telah diciptakan senam aerobik yang sangat cocok untuk pria yang ingin melakukan pembentukan otot tubuh. Aerobik pria ini sangat efektif untuk membentuk postur tubuh ideal serta membentuk otot khususnya pada bagian perut dan bentuk dada yang semakin membidang.

Aerobik pria ini sering disebut sebagai senam body language. Sekilas gerakannya memang mirip dengan senam aerobik yang dilakukan oleh wanita, hanya saja gerakan pada aerobik pria ini lebih energik dan lebih memberikan penekanan dalam pembentukan otot. Prinsip utama pada gerakan aerobik pria ini yaitu memadukan antara fokus pernapasan dengan gerakan harmonis agar lebih mempermudah dan mempercepat proses metabolisme terutama untuk pembentukan otot perut serta efektif untuk membakar timbunan lemak. Sehingga, senam aerobik ini akan memberikan hasil yang lebih optimal untuk membakar timbunan lemak jahat dan memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.

Perpaduan yang tepat antara fokus pernapasan dan gerakan dasar senam aerobik pria sangat bagus untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Fokus pernapasan pada aerobik pria mampu memberikan masukan oksigen yang mencukupi kebutuhan sel untuk proses pembakaran bahan makanan untuk memperoleh energi yang banyak. Sedangkan gerakan pada aerobik pria yang mengandung nuansa atletik mampu meregangkan otot-otot pada bagian perut dan dada serta menjaga kesehatan tubuh. Setelah mengetahui manfaat dari senam aerobik ini, maka tidak ada alasan lagi bagi pria untuk tidak melakukan senam aerobik. Manfaat senam aerobik telah terbukti secara nyata dalam upaya menjaga kesehatan dan membentuk postur tubuh bagi pria.

Sumber : Aerobic Fun Club

                 http://senamaerobic.wordpress.com/aerobic-untuk-wanita-dan-pria/

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in AEROBIC

 

Tag:

SISTEMATIKA SENAM AEROBIC

  1. Pemanasan, Dilakukan kurang lebih selama 15 menit, pada sesi ini mencakup latihan-latihan:

a. Isolation, pada tahap latihan ini biasanya posisi kita tidak berpindah kemana-mana, misalnya posisi half squat (kaki dibuka selebar satu setengah bahu lutut agak ditekuk) gerakan yang dilakukan hanya terbatas pada persendian dan otot lokal saja. Latihan pada tahap ini tentunya dilakukan dengan menggunakan intensitas yang rendah, pada sesi ini latihan bertujuan untuk menaikkan suhu, dengan menyiapkan otot-otot lokal dan persendian untuk mampu melakukan latihan berikutnya.

b. Full body movement, menggerakkan keseluruhan bagian otot tubuh gerakan bounching menekuk dan meluruskan tungkai dengan kombinasi gerakan yang bertujuan untuk melatih semua otot dan persendian, ingat orientasikan melatih semua yang kita punya. Gerakan-gerakan memindahkan titik berat badan atau berpindah tempat juga bisa dilakukan seperti tap side, easy walk, marching forward atau marching backward, melakukan gerakan single atau double step tentunya dengan kombinasi gerakan tangan yang relatif mudah.

c. Stretching, usahakan agar tetap menjaga gerakan yang ditampilkan baik secara teknik, tujuan dan intensitas, karena pada tahap ini peregangan yang dilakukan adalah peregangan dinamis (dynamic stretch). Lakukan peregangan dengan teknik yang betul dan lakukan peregangan dengan menggunakan daerah gerak yang betul dan yang lebih penting adalah untuk tetap menjaga intensitas latihan tetap terjaga. Secara umum ada beberapa bagian tubuh yang harus diregangkan yaitu:

• Paha depan
• Paha belakang
• Betis
• Pantat
• Punggung

2. Latihan Inti I (cardiorespiratory), latihan ini ditujukan untuk membakar lemak, melatih pernafasan serta daya tahan otot tubuh, dilakukan + selama 20 menit, terdiri dari latihan-latihan:

a. Pre aerobik(low impact) latihan untuk mengantarkan kita ke dalam tujuan kelas senam aerobik yang kita targetkan. Kalau pada tahap full body movement kita telah membuat blok gerakan, maka kita dapat menggunakan blok gerakan tersebut pada sesi pre aerobic, tetapi jangan lupa untuk menaikkan intensitas, untuk target denyut nadi naikkan intensitas latihan perlahan-lahan, selalu ingat untuk tidak membuat rasa capek yang mendadak, berilah porsi yang seimbang untuk kerja otot dan persendian sehingga kelas akan tetap berjalan dengan keceriaan tanpa merasa tersiksa dengan rasa capek juga dengan penggunaan gerakan atau blok gerakan yang bisa diikuti oleh peserta.

b. Peak aerobik, pada sesi inilah target yang kita capai harus dipertahankan untuk beberapa saat, misalnya tujuan yang hendak dicapai adalah latihan untuk melatih sistem peredaran darah dan pernafasan lewat kelas mix impact maka yang harus menjadi bahan pertimbangan adalah penggunaan waktu dan pemilihan gerakan.

c. Post aerobik (low impact), pemilihan gerakan yang paling tidak menguras konsentrasi adalah kalau kita menggunakan gerakan-gerakan yang ada pada sesi pre aerobic, yang perlu dingat bagaimana kita mengatur intensitas, menurunkan intensitas secara perlahan adalah bagian harus kita lakukan agar pada sesi selanjutnya kita lebih siap untuk melakukan latihan kekuatan atau latihan peregangan.

3. Latihan Inti II (challestenic), dilakukan + 15 menit, terdiri dari latihan-latihan:

a. Pengencangan
b. Penguatan (strenght)
c. Kelentukan (flexibility)

4. Pendinginan (cooling down), dilakukan + selama 10 menit, terdiri dari latihan-latihan:

a. Dynamic stretching
b. Static stretching

Sumber :  Senam Aerobik

                   p4tkpenjasbk.or.id

                   http://senamaerobic.wordpress.com/sistematika-senam-aerobic/

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in AEROBIC

 

Tag: ,

URUTAN LATIHAN SENAM AEROBIC

3 Fase Urutan Latihan Senam Aerobic

1.      Pemanasan (Warming Up)

Dalam fase ini dapat  menggunakan pola warming up yang didahului oleh kegiatan stretching / penguluran otot –otot tubuh dan dilanjutkan dengan gerakan  dinamis pemanasan. Pola yang kedua yaitu kebalikan dari pola pertama dimana seseorang melakukan pemanasan dinamis dulu kemudian dilanjutkan dengan melakukan kegiatan penguluran otot – otot tubuh / stretching.

Kegiatan pemanasan / warming up ini memiliki tujuan yaitu : meningkatkan elastisitas otot dan ligamen di sekitar persendian untuk mengurangi resiko cedera. Meningkatkan suhu tubuh dan denyut nadi sehingga mempersiapkan diri agar siap menuju ke aktivitas utama, yaitu aktivitas latihan.

Dalam fase ini, pemilihan gerakan harus dilakukan dan dilaksanakan secara runtut dan tetap. Misalnya, apabila gerakan tersebut dimulai dari kepala, maka urutannya adalah kepala, lengan, dada, pinggang dan kaki. Begitu pula sebaliknya.

2.      Kegiatan Inti

Fase latihan adalah fase utama dari urutan latihan senam aerobik. Dalam fase ini  target latihan haruslah tercapai. Salah satu indikator latihan telah memenuhi target adalah dengan memprediksi bahwa latihan tersebut telah mencapai training zone. Training zone adalah daerah ideal denyut nadi dalam fase latihan. Rentang training zone adalah 60 % – 90 % dari denyut nadi maksimal seseorang (DNM). Denyut nadi yang dimiliki oleh setiap orang berbeda, tergantung dari tingkat usia seseorang. Berikut ini adalah rumus untuk mencari denyut nadi maksimal seseorang (DNM) :

  DNM = 220 – Usia (Tahun)

Umumnya rumus ini  digunakan untuk ATLET.

 rumus menghitung denyut nadi maksimal bagi

ORANG AWAM / bukan atlet adalah :

DNM = 200 – Usia (Tahun)

Dalam senam aerobic, fase inti dapat dilakukan dengan aktivitas senam aerobic low impact, moderate impact, high impact maupun mix impact selama 25 – 55 menit.

3.      Pendinginan (Cooling Down)

Pada fase ini hendaknya melakukan dan memilih gerakan – gerakan yang mampu menurunkan frekuensi denyut nadi untuk mendekati denyut nadi yang normal, setidaknya mendekati awal dari latihan. Pemilihan gerakan pendinginan ini harus merupakan gerakan penurunan dari tingkatan tinggi ke gerakan tingkatan rendah.

Ditinjau dari segi ILMU FAAL, perubahan dan penurunan tingkatan secara bertahap tersebut berguna untuk menghindari penumpukan asam laktat yang akan menyebabkan kelelahan dan rasa pegal pada bagian  tubuh/ otot tertentu.

Sumber : Aerobic Fun Club

                  http://senamaerobic.wordpress.com

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in AEROBIC

 

Tag: ,

 
mufidaharief.com

The greatest WordPress.com site in all the land!

PUTRA PLUMBON JAYA

Sitik Sing Penting Kena Go Seduluran

Diones Aliaski Blog

Just another WordPress.com weblog

Sya3's Blog

Just another WordPress.com site

fathindoagrilestari (FAL)

Just another WordPress.com site

ekoariyanto56

Salam Sukses

agoesspendubayan

HIDUPLAH BUAT ORANG LAIN

anggifebriyanti's Blog

A fine WordPress.com site

Ariful_Anam

Bisnis Online

Windarul's Blog

Just another WordPress.com weblog

SENAM AEROBIC

Tubuh Sehat dan Bugar dengan Aerobic

Kumpulan Puisi

Ingin Menjadi Lebih Baik

PENJAS ORKES

Kenali Diri Sendiri Dulu Sebelum Mengenali Orang Lain

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: