RSS

Arsip Tag: urutan senam aerobic

URUTAN LATIHAN SENAM AEROBIC

3 Fase Urutan Latihan Senam Aerobic

1.      Pemanasan (Warming Up)

Dalam fase ini dapat  menggunakan pola warming up yang didahului oleh kegiatan stretching / penguluran otot –otot tubuh dan dilanjutkan dengan gerakan  dinamis pemanasan. Pola yang kedua yaitu kebalikan dari pola pertama dimana seseorang melakukan pemanasan dinamis dulu kemudian dilanjutkan dengan melakukan kegiatan penguluran otot – otot tubuh / stretching.

Kegiatan pemanasan / warming up ini memiliki tujuan yaitu : meningkatkan elastisitas otot dan ligamen di sekitar persendian untuk mengurangi resiko cedera. Meningkatkan suhu tubuh dan denyut nadi sehingga mempersiapkan diri agar siap menuju ke aktivitas utama, yaitu aktivitas latihan.

Dalam fase ini, pemilihan gerakan harus dilakukan dan dilaksanakan secara runtut dan tetap. Misalnya, apabila gerakan tersebut dimulai dari kepala, maka urutannya adalah kepala, lengan, dada, pinggang dan kaki. Begitu pula sebaliknya.

2.      Kegiatan Inti

Fase latihan adalah fase utama dari urutan latihan senam aerobik. Dalam fase ini  target latihan haruslah tercapai. Salah satu indikator latihan telah memenuhi target adalah dengan memprediksi bahwa latihan tersebut telah mencapai training zone. Training zone adalah daerah ideal denyut nadi dalam fase latihan. Rentang training zone adalah 60 % – 90 % dari denyut nadi maksimal seseorang (DNM). Denyut nadi yang dimiliki oleh setiap orang berbeda, tergantung dari tingkat usia seseorang. Berikut ini adalah rumus untuk mencari denyut nadi maksimal seseorang (DNM) :

  DNM = 220 – Usia (Tahun)

Umumnya rumus ini  digunakan untuk ATLET.

 rumus menghitung denyut nadi maksimal bagi

ORANG AWAM / bukan atlet adalah :

DNM = 200 – Usia (Tahun)

Dalam senam aerobic, fase inti dapat dilakukan dengan aktivitas senam aerobic low impact, moderate impact, high impact maupun mix impact selama 25 – 55 menit.

3.      Pendinginan (Cooling Down)

Pada fase ini hendaknya melakukan dan memilih gerakan – gerakan yang mampu menurunkan frekuensi denyut nadi untuk mendekati denyut nadi yang normal, setidaknya mendekati awal dari latihan. Pemilihan gerakan pendinginan ini harus merupakan gerakan penurunan dari tingkatan tinggi ke gerakan tingkatan rendah.

Ditinjau dari segi ILMU FAAL, perubahan dan penurunan tingkatan secara bertahap tersebut berguna untuk menghindari penumpukan asam laktat yang akan menyebabkan kelelahan dan rasa pegal pada bagian  tubuh/ otot tertentu.

Sumber : Aerobic Fun Club

                  http://senamaerobic.wordpress.com

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in AEROBIC

 

Tag: ,

 
mufidaharief.com

The greatest WordPress.com site in all the land!

PUTRA PLUMBON JAYA

Sitik Sing Penting Kena Go Seduluran

Diones Aliaski Blog

Just another WordPress.com weblog

Sya3's Blog

Just another WordPress.com site

fathindoagrilestari (FAL)

Just another WordPress.com site

ekoariyanto56

Salam Sukses

agoesspendubayan

HIDUPLAH BUAT ORANG LAIN

anggifebriyanti's Blog

A fine WordPress.com site

Ariful_Anam

Bisnis Online

Windarul's Blog

Just another WordPress.com weblog

SENAM AEROBIC

Tubuh Sehat dan Bugar dengan Aerobic

Kumpulan Puisi

Ingin Menjadi Lebih Baik

PENJAS ORKES

Kenali Diri Sendiri Dulu Sebelum Mengenali Orang Lain

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: